Resep Andalan Berbumbu Masak Lengkuas

Lihatlah potongan daging rhizome yang cantik ini: warnanya pink, wanginya segar, dan tentu saja…ketika dicampur dengan takaran yang tepat sebagai bumbu masakan, mengakibatkan rasa lezat yang familiar di lidah, seakan lidah seperti berjumpa kawan lama yang dirindukan!

Bernama latin Alpinia galangal, akar rimpang yang akrab kita panggil lengkuas, atau laos ini, masih satu famili dengan jahe, meskipun dengan fitur rasa yang berbeda. Bagi saya, ketika selesai diolah,lengkuas mengakibatkan rasa yang seperti legit, terutama apabila berpadu dengan bawang putih dan bawang merah yang dihaluskan.Dalam salah satu acara yang disiarkan (lihat https://www.youtube.com/watch?v=sGl4is-XLKU),  duo penyiar BBC ini  menyebut lengkuas sebagai perpaduan antara jahe dan sereh.

Karena keistimewaan rasanya inilah, lengkuas menjadi salah satu bumbu masak favorit saya. Sehari-hari, saya mempunyai dua resep yang sering saya hidangkan di meja makan sebagai lauk, dengan lengkuas sebagai salah satu bumbu yang vital dari setiap masakan ini. Dalam Tantangan Blogging Mamah Gajah Ngeblog bulan Mei ini, saya berniat memajang resep-resep masakan tersebut.

Yuk, bersama-sama ditengok resepnya, mungkin bisa menjadi salah satu resep yang ingin Pembaca coba!

Ayam Panggang Legit

Bahan :

  1. 2 buah paha ayam
  2. 5 siung kecil bawang merah
  3. 4 siung bawang putih
  4. 1 ruas jari jahe
  5. 1 ruas jari lengkuas
  6. Air perasan dari ¼ lemon
  7. ¼  bawang Bombay, iris tipis
  8. Dua buah kentang dan 1 buah wortel, potong-potong, kukus
  9. Secukupnya salted butter untuk olesan
  10. 1 sdm garam
  11. 1 sdm gula
  12. 2 buah cabai merah

Cara membuat :

  1. Ulek halus bawang merah, bawang putih, jahe, lengkuas, gula, garam.
  2. Kerat paha ayam di bagian yang dagingnya tebal, balurkan bahan ulekan tadi di seluruh ayam termasuk di bagian bawah keratan. Di bawah kulit, lapiskan butter (ini meniru tekniknya Gordon Ramsay). Diamkan selama 15 menit sambil menunggu kentang dan wortel yang dikukus empuk.
  3. Oleskan minyak di seluruh bagian loyang 27 cm x 15 cm, tata wortel dan kentang lalu letakkan paha ayam di atasnya, taburi dengan bawang bombay iris dan cabe merah.
  4. Panggang di oven hingga coklat, di oven saya sekira 1,5 jam, 250 derajat celsius,  pada setengah waktu balik ayam.

Hasil :

Bukannya tanpa alasan saya memilih potongan paha ayam sebagai bintang protein resep  ini. Paha ayam lebih juicy daripada dada ayam dan lebih  berlemak, sehingga terasa lebih gurih bagi palate saya. Ketika sudah berpadu dengan bumbu-bumbu yang diracik tersebut, menghasilkan suatu sensasi rasa legit yang pas, rasa lengkuasnya tidak mendominasi namun tampil dengan cantik. Jika ingin menikmati rasa kentang dan wortel yang terkaramelisasi, saya sarankan jangan menutup ayam dan pelengkapnya saat memanggang dengan aluminium foil, karena akan membuat kentang dan wortelnya menjadi asam.

Untuk resep yang kedua, saya mendapat ide dari resepnya Teh  @armeliamelkias di  Instagram, yaitu di

https://www.instagram.com/p/CNaUZb_MFTf/

MockGepuk Teh Armel

Bahan :
1. 350 gram daging semur
2. Air untuk merebus daging (lebih kurang 1,4 lt)
3. 2 lembar daun salam
4. 1 batang sereh geprek
5. 30 gram gula merah
6. 1sdt garam
7. 1 sdm f*bercreme, larutkan hingga tidak menggumpal
8. 1 sdt merica

Bumbu halus :
1. 5 butir bawang merah
2. 2 butir bawang putih
3. 1 sdt ketumbar
4. 1  butir kemiri
5. Seiris lengkuas (kira-kira maksimal ketebalan 0.5 cm)

Cara membuat :


1. Potong daging sesuai keinginan. Agak tebal. Presto sampai empuk selama 20 menit. Pukul-pukul daging supaya pipih

2. Tumis bumbu halus, daun salam, dan sereh.  Rebus di dalam air dan daging yang sudah dipresto dengan api besar, tutup. Sesekali diaduk.


3. Jika air sudah setengah asat, bumbui dengan merica, gula merah secukupnya. Koreksi rasa. Rebus kembali. Tambahkan creme jika air rebusan sudah mengental sambil terus diaduk agar tidak gosong.

4. Panaskan wajan dengan minyak sedikit atau banyak sesuai selera. Goreng daging sebentar sambil dibolak-balik hingga kecoklatan

Hasil :

Kenapa namanya MockGepuk? Well, aslinya resep dari Teh Armel ini, membutuhkan api yang kecil mulai dari langkah kedua. Hehe… ya tidak bisa dong,  karena saya juga tidak mau masak lama-lama, apalagi untuk menu sehari-hari saat kegiatan lain juga banyak. Karena itu saya besarkan api mulai dari langkah ini.

Ternyata hasilnya  adalah daging yang juicy dan amat berasa rempah, namun ketika digoreng menampilkan semburat rasa dendeng beraroma lengkuas yang manis gurih… enak! Sekali makan, kami sekeluarga bisa langsung menghabiskan satu porsi yang disajikan resep ini. Oh iya, pemilihan daging juga penting ya, karena jika memakai jenis daging yang lain, waktu prestonya akan bervariasi pula, tidak sesuai dengan resep ini.

Jika mengganti crème dengan santan, maka akan didapatkan rasa yang cenderung lebih ‘berat’ dan mengenyangkan.

Nah, itulah tadi dua dari beberapa resep dengan bumbu lengkuas yang sering saya sajikan di rumah. Semoga bisa Pembaca coba juga, ya!

21 Comments

  1. Wah kirain f*bercreme itu sama dengan santan ternyata beda ya. Resepnya ga terlalu ribet kayaknya tapi hasilnya istimewa, save dulu buat dicobain nanti.

    Like

    1. Ya Teh, katanya mah kandungannya dari tapioka/singkong… kayanya tetep lebih ringan juga daripada pake krim dairy Teh, hehe

      Like

    1. Nah iya Teeh,,, ini tadinya mau nyantumin dessert pake lengkuas juga, cuma sampai sekarang belum nyobain wkwk,,, tadinya mau coba bikin flan pake lengkuas Teh😄

      Like

  2. Sepertinya teh Meta harus nyoba lengkuas dari halaman belakang rumah saya, rasanya kuat banget walau cuma dipake seiris tipis. Saking kuatnya, saya harus buang si lengkuas ini begitu masakan matang, supaya rasa masakan gak berubah jadi rasa lengkuas 😄. Btw saya pingin nyoba resep paha ayam panggangnya deh…

    Like

    1. Waww benarkah Teh,,, seger banget yaa hehe,,, salah satu caranya mungkin bisa diperem dulu kaya penyimpanan di spm🤔? Atau dikulkasin atau difreezerin juga kayanya bisa bantu ilangin pedesnya Teh

      Like

      1. Rimpang lengkuasnya kurus-kurus, gak gendut kayak lengkuas pada umumnya. Warna merahnya juga lebih cerah, dan dia mudah banget jadi kering kalo dibiarin di ruangan. Belum sempet browsing juga sih tentang jenis-jenis lengkuas, jadi belum tau juga apa ini jenis lengkuas yang beda dengan yang umum dijual di pasar 😂.

        Like

Leave a Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s